الرد على الزنادقة والجهمية للإمام أحمد تحقيق وائل أحمد سيف - دار ابن عباس
Ar Radd ala Al Jahmiyyah wa Zanadiqah - Dar Ibnu Abbas
Rp195000.00
"3601-23
جديد
الكتاب : الرد على الزنادقة والجهمية للإمام أحمد
تحقيق : وائل أحمد سيف
دار الناشر : دار ابن عباس
الموضوع : العقيدة
غلاف / صفحة : Hard cover / 370
ورق : شمواه
Resensi Kitab:
Jual Kitab "Al-Radd 'ala al-Jahmiyyah wa al-Zanadiqah" cetakan Dar Ibnu Abbas merupakan karya monumental Imam Ahmad bin Hanbal yang lahir dari salah satu periode paling kritis dalam sejarah Islam, yaitu fitnah Khalq Al-Qur'an. Buku ini ditulis sebagai benteng akidah untuk membantah kaum Jahmiyyah dan kelompok zindiq yang mencoba merusak kepercayaan umat dengan cara memanipulasi teks-teks Al-Qur'an. Imam Ahmad menyusun risalah ini setelah melewati ujian berat berupa penyiksaan dan penjara di masa Khalifah Al-Ma'mun dan Al-Mu'tashim, demi mempertahankan prinsip bahwa Al-Qur'an adalah Kalamullah (Firman Allah) dan bukan makhluk. Melalui karya ini, beliau membedah syubhat kelompok yang menggunakan ayat-ayat mutasyabihat (samar) untuk membenturkan satu ayat dengan ayat lainnya guna menimbulkan keraguan pada kesucian wahyu.
Keistimewaan buku ini terletak pada ketajaman argumen Imam Ahmad dalam menghadapi metode "zindiq khusus"—yakni mereka yang tidak menolak Al-Qur'an secara terang-terangan, melainkan bermain-main dengan maknanya untuk mengesankan adanya kontradiksi internal. Beliau menegaskan bahwa perkataan Allah adalah sifat-Nya, dan sifat Tuhan tidak mungkin merupakan makhluk. Narasi sejarah yang melatarbelakangi buku ini, termasuk keteguhan tokoh seperti Yazid bin Harun dan pengorbanan para ulama yang dipaksa bersaksi palsu di bawah ancaman pedang, menjadikan kitab ini bukan sekadar buku teologi, melainkan simbol kemenangan kebenaran di atas kekuatan politik yang menyimpang.
Poin-Poin Penting:
Latar Belakang Fitnah: Kitab disusun sebagai respon atas upaya paksa negara (dimulai oleh Khalifah Al-Ma'mun pada 218 H) untuk menjadikan paham "Al-Qur'an adalah makhluk" sebagai mazhab resmi.
Keteguhan Imam Ahmad: Menjadi tokoh utama yang menolak berkompromi meskipun harus menghadapi siksaan fisik dan penjara, berbeda dengan sebagian ulama yang terpaksa melakukan taqiyyah (berpura-pura setuju) demi keselamatan nyawa.
Target Bantahan: Fokus pada kaum Jahmiyyah dan kelompok zindiq yang tidak menolak Al-Qur'an secara total, tetapi memanipulasi ayat untuk menciptakan keraguan dan membuktikan "kontradiksi" semu dalam Al-Qur'an.
Hakikat Akidah: Menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah sifat Allah, dan karena Allah adalah Sang Khalik (Pencipta), maka sifat-Nya tidak mungkin bersifat makhluk (ciptaan).
Bahaya Manipulasi Teks: Mengingatkan bahwa ancaman terbesar bagi umat bukan berasal dari mereka yang menolak agama secara terbuka, melainkan dari mereka yang memutarbalikkan nash (teks suci) untuk mendukung bid'ah dan pemikiran menyimpang.
Tersedia di Maktabah Darul Hasanah, penyedia kitab Arab terpercaya di Indonesia dengan jaminan keaslian, amanah, dan proses pengirim cepat ke seluruh Indonesia, Malaysia dan Asia Tenggara.


